Apa Yang Kita Cari Dalam Pernikahan, oleh Ustad Salim A. Fillah

Ust. Salim memulainya dengan cerita tentang pernikahan sayyidina Uqail bin Abi Thalib yang meminta didoakan sebagaimana Rasul mendoakan pengantin

Doa tersebut mengajarkan bahwa yang perlu dikejar dari pernikahan itu adalah berkah, sebab berkah itu mewakili segenap kebaikan, karena berkah sendiri artinya bertambah kebaikan dalam setiap keadaan

Kehidupan pernikahan bukan hanya sekedar sampai kakek nenek, atau langgeng dunia akhirat, karena langgeng dunia akhirat saja akan sangat tersiksa bila dalam kemurkaan Allah

Sesungguhnya kehidupan manusia telah dijanjikan oleh Allah dengan ujian ujian, berupa kekurangan, kehilangan, rasa lapar, rasa takut. Ust Salim mengingatkan bahwa Rasul pernah berkata: menakjubkan urusan orang beriman itu, semua urusannya adalah kebaikan.

Iman itu yang menjaga orang beriman untuk berbuat yang terbaik dikala mendapat kesenangan ataupun kesedihan, karena keadaan keadaan senang ataupun musibah, dengan iman akan mendekatkan diri kepada Allah, tanpa iman akan membuat kita berpaling dari-Nya.

Selengkapnya bisa dilihat di video dari Pro-U Media

Membaca Buku Setiap Hari

Menyenangkan rasanya membaca cerita orang yang rajin membaca dan memiliki kecintaan membaca, kagum ketika melihat beberapa video mengatasi rasa malas membaca.

Saya sendiri ingin rasanya menjadi orang yang punya target menyelesaikan membaca 1 buku minimal setiap bulannya misalkan, atau berapa pun itu yang penting terus membaca untuk mengolah diri supaya bisa terus mengisi kepala ini dengan sesuatu, dangkal sekali memang tujuannya, entah ini haus ilmu kelas terendah atau diam diam punya kebanggaan tersendiri kalau mengetahui hal hal baru.

Beberapa tahun sebelumnya, saya sempat mencari tau di internet mengenai hal hal yang dapat meningkatkan minat dan semangat saya membaca, saat itu sepertinya tidak menemukan apa yang dicari. Namun hal yang menonjol dari beberapa pencarian saat itu adalah teknik membaca cepat, ada yang dari luar dan juga dalam negri.

Kecepatan membaca menurut mereka, akan meningkatkan pemahaman pembaca itu sendiri, alasannya (dari yang saya tangkap) karena sedikitnya jeda dari permulaan buku hingga ke akhir, sehingga kita mendapatkan pemahaman utuh dari suatu buku, mungkin karena tidak terdistraksi oleh hal hal lain diantara proses memahami isi buku tersebut.

Menurut mereka pula, adalah hal yang aneh, kecepatan membaca manusia dewasa sama sekali tidak berkembang sejak mereka sudah lancar membaca, karena seharusnya semakin sering membaca semakin cepat pula kecepatan membaca kita.

Saat ini ada keinginan lagi untuk meningkatkan minat baca saya, akhirnya mulai lah saya mencari lagi kiat kiat meningkatkan minat baca, beberapa hal yang saya tangkap, salah satunya dari video di chanel Youtube Hujan Tanda Tanya pada dasarnya membaca adalah kegiatan untuk menyenangkan diri sendiri, disitu diterangkan juga bahwa membaca bisa menjadikan kita berada dalan kondisi flow state (mengenai flow state dijelaskan jg di video tersebut) setelahnya di videonya mas Pandji Pragiwaksono menerangkan, kenapa kita terus saja tidak juga memiliki minat baca, karena kita tidak mendorong diri kita untuk memulainya dengan hal hal yang kita sukai terlebih dahulu.

Saya memulai lintasan fikiran saya dengan ingin rajin membaca, meningkatkan kecepatan baca, membayangkan membaca untuk menyenangkan diri sendiri lalu memilih bacaan yang sesuai dengan peminatan kita, akhirnya saya memilih untuk membaca apa saja yang ada didepan mata, yang penting baca saja dulu, akhirnya mulailah membuka buka bacaan saya yang masih nganggur belum pernah terbaca, lalu setelah selesai mencoba bacaan bacaan milik istri yang sebelumnya tidak terfikirkan untuk dibaca, sampai akhirnya bulan berikutnya merasakan malas lagi yang amat sangat dengan mencari cari alasan kalau saya lelah bekerja dan beberapa alasan lain sebagai pembenaran.

Dikemudian hari akhirnya menemukan tulisan ust Ahmad Sarwat mengenai kecintaan baca tulis, disana dijelaskan (saya lupa pada tulisan yang sama atau pada tulisan yang berbeda) ust Ahmad Sarwat dan rekan rekannya berkomitmen menyelesaikan menulis buku satu hari satu buku, bukan buku tebal tentunya, tapi buku saku yang ringkas, namun karena dalam bidang agama Islam, tentu kaidahnya disesuaikan secara ilmiah agar mendapat pemahaman yang penuh.

Mengetahui hal itu, saya memulai lagi petulangan minat membaca saya dengan membaca buku buku dari Rumah Fiqih asuhan dari ust Ahmad Sarwat, beberapa judul sudah saya download dan baca sampai selesai, menyenangkan, memudahkan dan berkesan baik buat saya,

Silahkan teman teman juga mendownload dan membaca koleksi buku disana, semoga bermanfaat, saat ini saya sedang dalam proses malas membaca lagi, dan malah mulai menulis blog ini, apa pun itu, semoga minat baca saya bangkit lagi, dan apapun yang saya lakukan tidak menjadi sia sia, semoga saya dan kalian semua selamat didunia dan dihari pembalasan nanti.

Terakhir, teringat sebuah pesan dari Habib Ahmad (Novel Salim Jindan) mengenai sebuah perpustakaan besar yang berisi banyak buku dan manuskrip ilmu pengetahuan, kita mungkin akan kesulitan membaca semua buku yang ada diperpustakaan tersebut, namun niatkan saja dalam hati bahwa kita ingin menyelesaikam membaca seluruh buku yang ada diperpustakaan tersebut, dengan harapan Allah mencatat amal baik kita, aamiin.

Salam untuk teman semua.

Menjaga Jarak Dengan Handphone, Mungkinkah?

Gambar diatas adalah screeshot dari notif yang muncul dihandphone saya, orang yang tumbuh besar terbiasa dengan gadget, pada akhirnya akan secara natural membutuhkan gadget untuk membantu kegiatan sehari hari, salah satunya menghabiskan waktu.

Tapi banyak muncul keprihatinan bahwa orang orang mulai ketergantungan gadget terutama handphone atau lebih tepatnya kecanduan handphone, lebih spesifik lagi yaitu smartphone, dimana didalamnya terdapat berbagai hal, bisa dimasukkan berbagai hal, dan bisa digunakan untuk berbagai hal sesuai keingian pemakai dan tentu, kemampuan handphone itu sendiri.

*Keterangan gambar bagian addicted diarsir biru, adalah hasil dari kesimpulan aplikasi tersebut pada penggunaan saya terhadap handphone

Aplikasi tersebut mempunyai pembagian beberapa tingkat kecanduan handphone dengan keterangan tertinggi, bila pengguna menghabiskan waktunya dihanphone lebih dari 5,5 jam sehari berarti dia kecanduan oleh handphonenya

Kita tidak membahas apakah menggunakannya (handphone) setiap hari dan dalam sebagian besar waktu kita ketika terjaga merupakan candu atau bukan, hal buruk atau suatu hal yang lumrah untuk zaman ini dan dapat dimaklumi asal dengan kadar tertentu.

Mungkinkah kita menjaga jarak dari handphone? Entahlah, tapi ada beberapa hal yang saya lakukan, salah satunya adalah memasang aplikasi YourHour tersebut, beberapa saat sebelumnya entah mendapat dari mana, saya mendapatkan cara lain untuk membatasi penggunaan handphone. Yaitu memasang timer, nama tekhnik ini sendiri serupa dengan penamaan timer manual yang dahulu biasa digunakan untuk memasak terutama memanggang di oven, tapi saya lupa namanya.

Awalnya saya menggunakan timer dihandphone dan mencobanya dengan mengeset waktu 30 menit yang artinya 30 menit kedepan saya tidak boleh berinteraksi dengan handphone, setelah 30 menit dan alarm berbunyi, saya memasang lagi 30 menit yang artinya saya bebas melakukan apa saja dengan sambil bermain handphone, hak tersebut diulangi terus, sampai malas atau terlupa untuk mengatur timernya kembali

Dalam kondisi 30 menit awal, saya tetap menyalakan notifikasi dan mengintip pesan yg masuk, khawatir ada hal hal yang urgent, namun bila tidak mendesak, akan saya abaikan dan baru saya respon setelah jatah 30 menit tersebut berlalu

Setelah seminggu berlangsung saya memasang waktu satu jam, dan melakukan hal yang sama seperti pada saat memasang jatah waktu 30 menit

Tapi yang bisa saya lakukan adalah, memasang waktu tersebut pada saat saya bekerja atau sedang ada tugas, sisanya disaat saat longgar seperti istirahat, pagi dan malam hari dirumah, saya mengabaikan pembagian waktu tersebut

Sudah pasti keinginan saya untuk menjaga jarak dari handphone tidak berjalan dengan baik, namun setidaknya saya tetap menjaga kondisi dan fokus saya disaat bekerja untuk tetap konsentrasi pada tugas saya dan tidak dikacaukan dengan keinginan saya berkutat terus menerus dengan handphone

Begitulah keadaan ini, manusia berusaha sebaik mungkin untuk mencoba melakukan hal baik dan menjadi lebih baik lagi, ada yang berhasil dan ada yang harus terus mencoba lagi sampai berhasil, demikianlah, semoga bisa menjadi renungan, syukur syukur bermanfaat, Salam

Membayar Aplikasi di Google Play menggunakan pulsa, eh dapat diskon

Akhirnya, untuk pertama kalinya upgrade aplikasi di handphone berbasis android ini, setelah munculnya skema pembayaran untuk Google Play menggunakan pulsa.

Pada saat pertama kali terbersit keinginan untuk upgrade aplikasi adalah, karena memiliki program jadwal shalat yang menurut saya apik sekali, ringan dan menyenangkan menggunakannya.

Bagian atas aplikasi ada menu untuk upgrade dengan iming iming untuk menghilangkan iklan, tapi bukan itu alasan saya untuk upgrade, keinginam upgrade muncul karena ingin mendukung apliksi yang saya suka, dan sangan membantu tentunya

Tapi hal itu batal terlaksana, karena ternyata pilihannya harus menggunakan kartu kredit, pasti tau kenapa, yap saya tidak punya kartu kredit

Setelah sekian lama, ada lintasan pikiran yang membuat saya merasa, seharusnya pada saat ini sudah ada cara untuk membayar upgrade aplikasi menggunakan pulsa, sepertinya saat itu masa masa beberapa bulan setelah ada banyak iklan dari provider seluler Tri kalau mereka bisa melakukan pembayaran di Google Play menggunakan pulsa.

Benarlah, setelah searching di Google, sudah bertebaran cara bayar aplikasi menggunakan pulsa, setelah membuka salah satu tulisan tersebut, saya ikuti langkahnya, tet tooooot….

Ternyata, karena kebodohan sendiri, saya tertahan dan tidak bisa melanjutkan pembayaran pulsa (saat itu lupa apa pesan errornya)

Setelah beberapa waktu berlalu, saya penasaran untuk mencoba lagi, kebetulan masih ada sisa pulsa untuk melakukan proses upgrade (biaya upgradenya 15.000 Rupiah), dan gagal kembali, saya bingung lalu saya tinggal beberapa saat aplikasi tersebut karena ada beberapa chat masuk

Karena masih penasaran, akhirnya saya buka kembali dan ternyata mendapat penawaran diskon, hingga yang harus dibayarkan hanya 5.000 Rupiah saja

Itulah sekelumit kesenangan saya, sudah bisa mendukung aplikasi yabg bermanfaat ini, berikut dibawah, screen shot aplikasi yang saya maksud

Terima kasih, semoga bermanfaat, Salam